
Cetak Generasi Pemimpin Masa Depan, Latihan Dasar Kepemimpinan Digelar Berdasarkan Nilai Aswaja
MAGELANG — Guna melahirkan generasi penerus yang berkarakter kuat dan siap menjawab tantangan zaman, kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sukses diselenggarakan dengan semangat membara. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Kader NU Yang Berintegritas, Bermartabat, dan Bersosial Tinggi Dengan Landasan ASWAJA”.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan materi. Melalui simbol-simbol ketangguhan—seperti serigala yang melambangkan kebersamaan dan loyalitas, singa sebagai lambang keberanian dan kepemimpinan, serta elang yang mencerminkan ketajaman visi—para peserta digembleng untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang adaptif dan pantang menyerah.
Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa LDK ini bertujuan untuk membentuk mental serta integritas para kader agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Seorang pemimpin masa depan harus memiliki integritas dan kedisiplinan yang mantap. Namun yang paling utama, seluruh pemikiran dan tindakan kader harus berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai benteng moral dalam berorganisasi dan bermasyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Rangkaian materi LDK mencakup manajemen organisasi, teknik komunikasi publik, pemecahan masalah (problem solving), hingga wawasan kebangsaan dan ke-NU-an. Selain pembekalan teori, para peserta juga diajak berpartisipasi dalam dinamika kelompok dan simulasi kepemimpinan lapangan untuk melatih kerja sama tim.
Melalui penyelenggaraan Latihan Dasar Kepemimpinan ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang berintegritas, bermartabat, memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi, serta siap menjadi teladan di tengah masyarakat.
